27 September 2024   |   (Jak Tv)

7 Pabrik Tekstil Di Indonesia Tutup dan Bangkrut

Share

JAKARTA, 27 September 2024 - Gelombang kebangkrutan pabrik tekstil di Indonesia terus meningkat pada tahun 2024. Banyak pabrik lokal terpaksa menghentikan operasinya akibat berbagai faktor yang memperparah situasi.

Persaingan ketat dengan produk impor, penurunan permintaan pasar, dan dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa menjadi tantangan utama bagi industri tekstil nasional.

Beberapa pabrik tekstil terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal guna mengurangi beban keuangan. Hingga pertengahan Juni lalu saja, tercatat lima pabrik tekstil besar di Indonesia sudah tutup dan melakukan PHK besar-besaran.

Pada awal 2024, beberapa pabrik tekstil besar melakukan PHK massal. Di Jawa Tengah, PT Sai Apparel memecat sekitar 8.000 karyawan, sementara PT Sinar Panca Jaya di Semarang mem-PHK 2.000 karyawannya.

Berikutnya PT Bitratex di Semarang juga melakukan PHK terhadap 400 pekerja, sedangkan PT Djohartex di Magelang mem-PHK 300 karyawan. Di Bandung, PT Pulomas juga memutuskan hubungan kerja 100 karyawan.

Meski demikian, beberapa perusahaan besar lainnya masih bertahan. PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex), salah satu raksasa tekstil di Indonesia, berhasil menolak permohonan pailit di pengadilan dan masih menjalankan operasionalnya meski menghadapi berbagai tantangan.

Namun, masih ada yang lebih parah nasibnya daripada beberapa pabrik tekstil di atas. Bahkan, deretan pabrik ini sudah dinyatakan pailit hingga bangkrut dan tentunya hingga mem-PHK mencapai ratusan karyawan.

Kebangkrutan yang dialami oleh pabrik-pabrik tekstil di Indonesia menjadi cerminan dari tantangan berat yang dihadapi oleh sektor ini.

Transformasi digital dan perubahan pola belanja konsumen menjadi dua faktor penting yang harus diantisipasi oleh industri tekstil agar dapat bertahan di masa depan.

Selain itu, langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk lokal juga harus terus diupayakan agar dapat bersaing dengan produk impor.

Berikut adalah beberapa pabrik tekstil besar yang mengalami kebangkrutan sepanjang tahun 2024:

  1. PT Pandanarum Kenanga Textile (Panamtex)
  2. PT Cahaya Timur Garmindo (CTG)
  3. PT Sampangan Duta Pancasakti Tekstil (Dupantex)
  4. PT Alenatex
  5. PT Kusumahadi Santosa
  6. PT Kusumaputra Santosa
  7. PT Pamor Spinning Mills

Share