02 November 2026   |   (Jak Tv)

Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Tingkatkan Akses Layanan bagi UMKM

Share

JAKARTA, 2 November 2026 – Bank Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan bahwa kepercayaan menjadi dasar utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Oleh karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi salah satu prioritas yang terus diperkuat.

“Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun,” ucap Agus, pada Sabtu (31/10).

Ia menjelaskan, penguatan tata kelola dilakukan melalui berbagai upaya, di antaranya meningkatkan kepatuhan, mengoptimalkan pengelolaan risiko, serta memperkuat sistem pengendalian internal. Seluruh aspek tersebut perlu diterapkan secara konsisten guna memastikan kegiatan operasional perbankan berjalan sehat, transparan, dan akuntabel.

Menurut Agus, penerapan GCG juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah. Terdapat lima prinsip utama yang menjadi pedoman tata kelola perusahaan, yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.

“Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta,” kata dia.

Di samping memperkuat tata kelola, Bank Jakarta turut mengembangkan jangkauan layanan bagi UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pelaku usaha dalam memperoleh layanan perbankan maupun pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Agus menjelaskan bahwa pengembangan sentra UMKM dapat dilakukan secara terpusat di lokasi tertentu, sementara layanan untuk pelaku usaha mikro perlu ditempatkan lebih dekat dengan kawasan pasar atau pusat aktivitas perdagangan.

“Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya,” tuturnya.

Melalui strategi tersebut, Bank Jakarta berharap akses pelaku usaha mikro terhadap layanan keuangan semakin mudah. Dengan demikian, kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi untuk menunjang pengembangan usaha mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Agus turut menyampaikan apresiasi kepada LIGA Pro Jakarta yang telah menyelenggarakan diskusi serta memberikan masukan bagi perkembangan Bank Jakarta. Ia menilai kritik yang membangun dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja perusahaan.

“Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat, mengapresiasi berbagai inovasi dan langkah pembaruan yang dilakukan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H. Widodo.

Ia berharap Bank Jakarta terus meningkatkan mutu pelayanannya agar mampu bersaing dengan perbankan milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun bank swasta.

“Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta,” pungkasnya.

Share