JAKARTA, 11 Februari 2026 — Pada edisi pertama Art Jakarta Papers di tahun 2026, kohesi Initiatives dan Ruang MES 56 berkolaborasi untuk menghadirkan Bayangan Benda & Jejak Cahaya, sebuah workshop fotogram cyanotype berdurasi singkat yang mengajak pengunjung Art Jakarta Papers untuk bereksperimen secara langsung dengan fotografi analog tanpa kamera. Alih-alih hanya menyaksikan karya, program ini mengundang publik untuk berpartisipasi, mencipta, dan membawa pulang hasil cetakan biru mereka sendiri.
Dirancang dengan durasi sekitar 15-20 menit, sesi workshop ini menawarkan pengalaman partisipasi yang ringkas namun taktil, sebuah durasi yang memungkinkan keterlibatan artistik tanpa menghalangi ritme kunjungan art fair. Peserta diminta membawa benda-benda kecil dari keseharian: kunci, daun, klip, kaca mata, mainan, atau benda sentimental lain, untuk kemudian disusun, diekspos, dan dicetak menjadi fotogram cyanotype berukuran A4. Pada setiap sesi, fasilitator dari Afdruk 56 (divisi dari Ruang MES 56 yang kegiatannya berfokus pada fotografi analog) bertindak sebagai pemandu proses, membuka percakapan singkat seputar medium, teknik, dan narasi personal di balik objek yang dipilih peserta.
Pilihan fotogram cyanotype berangkat dari ketertarikan Ruang MES 56 pada praktik fotografi yang menyingkap jejak langsung (indexical trace) dari benda. Di tengah budaya visual hari ini, ketika kamera ponsel menjadi alat dokumentasi utama, fotogram menawarkan cara merekam yang berbeda—lebih lambat, sederhana, dan langsung. Melalui proses ini, benda-benda sehari-hari dapat bertransformasi menjadi artefak kecil atau mikro-arsip: sesuatu yang bisa dikoleksi, disimpan, dibagikan kepada kerabat, sekaligus menjadi pengingat atas pengalaman.
Di tengah ekosistem seni yang kerap menempatkan karya sebagai objek kontemplatif yang selesai, Bayangan Benda & Jejak Cahaya membuka kemungkinan lain: seni sebagai percakapan, pertemuan, dan produksi bersama.
Format ini menggeser pengalaman art fair dari konsumsi menuju keterlibatan kreatif yang inklusif. Pengunjung diajak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga berpartisipasi dalam proses membuat dan mengarsip, serta membawa pulang hasil yang berangkat dari benda-benda personal mereka. Dalam ruang yang singkat dan padat, materialitas dan memori dapat bertemu dan hadir dalam bentuk cetakan biru yang personal.
Ruang MES 56 (c. 2002, Yogyakarta) adalah kolektif seniman yang bekerja secara kooperatif bersama komunitas dan jejaringnya dalam mengelola sebuah rumah yang digunakan sebagai ruang presentasi karya, studio kerja, kelas belajar, ruang bermain dan hunian. Dibentuk pada tahun 2002, komunitas ini bertumpu pada pengembangan fotografi dan seni kontemporer yang beririsan dengan disiplin ilmu lainnya secara kritis dan kontekstual demi terwujudnya masyarakat yang terbuka, kreatif dan mandiri.
Afdruk 56 (c. 2017) hadir sebagai laboratorium cetak analog yang digagas oleh Ruang MES 56, berangkat dari kesadaran atas semakin dominannya teknologi digital dalam praktik pencetakan foto. Dalam kerja divisi ini, Afdruk 56 tidak hanya berfokus pada produksi cetak, tetapi juga mengembangkan eksperimentasi serta mengarsipkan temuan-temuan yang berkelindan dengan sejarah fotografi Indonesia.
Kohesi Initiatives merupakan galeri seni rupa kontemporer yang berbasis di Indonesia.
Galeri ini berkomitmen untuk mendukung dan menghadirkan karir senimannya dan karya mereka dalam beragam media dan genre, sekaligus mendorong eksplorasi praktik mereka dalam interpretasi konseptual dan kontekstual dengan pertimbangan estetika yang seimbang.
Sebagai galeri yang mengedepankan seniman, kohesi berusaha mencapai visinya dengan secara konsisten mengadakan pameran berkualitas dan proyek yang berfokus pada seniman, sambil secara aktif mencari peluang dan kemungkinan bekerja sama dengan institusi secara global untuk memperkaya dan memberi manfaat bagi senimannya.