JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Embung Kebagusan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebagai upaya mengurangi risiko banjir di Ibu Kota. Infrastruktur pengendali air yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,3 hektare ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan mulai beroperasi pada Februari 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pembangunan Embung Kebagusan pada Selasa (13/10/2026). Embung tersebut dirancang untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung (Phb) Joe, terutama saat terjadi peningkatan volume air pada musim hujan.
Keberadaan embung ini diharapkan dapat membantu menekan potensi genangan di kawasan sekitarnya, khususnya wilayah yang terdampak aliran dari daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
Pramono menyampaikan bahwa penanganan banjir di Jakarta dilakukan secara menyeluruh melalui pembangunan embung dan waduk, serta normalisasi sejumlah sungai. Berdasarkan perhitungan teoretis yang disampaikan, penanganan pada sistem tata air Mampang dan Krukut diharapkan mampu menahan hingga sekitar 8 persen debit air.
Selain berfungsi sebagai tampungan air, Embung Kebagusan juga direncanakan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kawasan ini diproyeksikan dilengkapi ruang terbuka hijau dan fasilitas untuk mendukung aktivitas warga.
Pemprov DKI Jakarta juga mempertimbangkan pemanfaatan air yang tertampung di embung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar melalui potensi kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM JAYA. Skema pemanfaatannya akan dikaji lebih lanjut.
Melalui pembangunan Embung Kebagusan, Pemprov DKI Jakarta berharap upaya pengendalian banjir dapat berjalan beriringan dengan penyediaan ruang terbuka dan fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah pembangunan rampung dan mulai beroperasi, embung ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan air sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di Jakarta Selatan.