02 November 2026   |   (Jak Tv)

Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur 2026, Upaya Lestarikan Budaya Betawi di Jakarta

Share

JAKARTA, 2 November 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengapresiasi penyelenggaraan Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur 2026 yang berlangsung di Jalan Mohammad Kahfi I, Jagakarsa, pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya Betawi sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda di tengah perkembangan Jakarta menuju usia lima abad.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana untuk menjaga keberlangsungan tradisi budaya Betawi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur ini bukan sekadar seni hiburan ataupun pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan, merawat, dan mewariskan tradisi budaya Betawi kepada generasi muda dan generasi kita selanjutnya,” ujar Syafrin.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan Karang Taruna, untuk terus menjaga identitas budaya lokal di tengah pesatnya modernisasi. Menurutnya, pelestarian tradisi menjadi bagian penting dalam mempertahankan kekayaan budaya Jakarta seiring perkembangan kota.

Syafrin menyampaikan bahwa festival tersebut direncanakan untuk masuk dalam rangkaian agenda peringatan lima abad Jakarta mendatang. Dengan demikian, tradisi Ketimpring dan Main Pukul Betawi yang berkembang di Ciganjur diharapkan dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival sekaligus Ketua Karang Taruna Ciganjur, Rifqi Fadhlurrohman, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini berawal dari riset dan pendataan yang melibatkan tokoh masyarakat, sesepuh, alim ulama, serta para pelaku budaya setempat.

Dari proses tersebut, panitia mengidentifikasi Ketimpring dan Main Pukul Betawi sebagai dua warisan budaya yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Ciganjur pada masa lalu. Kedua tradisi tersebut kemudian diangkat dalam festival dengan memadukan tiga unsur utama, yakni religi, budaya, dan tradisi.

Selain pertunjukan budaya, rangkaian kegiatan juga mencakup Rowahan Akbar sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus mendoakan mereka yang telah berjasa bagi masyarakat setempat.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan acara Rowahan Akbar untuk mendoakan para senior dan pendahulu agar amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” kata Rifqi.

Melalui Festival Ketimpring Main Pukul Ciganjur 2026, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan mencintai budaya Betawi. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat dimulai dari lingkungan masyarakat melalui keterlibatan berbagai generasi dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya lokal.

 

Share