JAKARTA, 5 November 2026 – Jakarta Financial Festival (FinFest) 2026 sukses diselenggarakan di Blok M Square, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan yang bertujuan memperluas akses layanan perbankan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Mengusung tema ‘Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh’, Jakarta FinFest 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal.
Penyelenggaraan acara ini merupakan hasil sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Jakarta mencatat capaian positif melalui pembukaan lebih dari 1.000 rekening baru. Selain itu, partisipasi masyarakat juga menghasilkan penghimpunan dana sekitar Rp5 miliar.
Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, mengapresiasi penyelenggaraan FinFest 2026 serta keterlibatan berbagai institusi jasa keuangan dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Ia berharap kolaborasi antara lembaga dan pelaku industri jasa keuangan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan berbagai pihak, acara ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada institusi yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
Pada kesempatan tersebut, Bank Jakarta berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni kategori Booth Teredukatif dan Booth Teratraktif.
Penghargaan tersebut diperoleh melalui kampanye #JakartaSehatFinansial yang menggabungkan edukasi keuangan dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengunjung.
Melalui konsep interaktif, Bank Jakarta menghadirkan edukasi finansial dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Program ini menyasar masyarakat luas, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang pasar, hingga generasi muda.
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan industri jasa keuangan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan bisnis, volume transaksi, maupun kemajuan teknologi. Lebih dari itu, keberhasilan sektor keuangan perlu tercermin melalui dampak dan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.