JAKARTA, 8 Oktober 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Korea Selatan untuk mendukung program beasiswa pendidikan luar negeri yang direncanakan mulai berjalan pada 2027.
Peluang tersebut dibahas Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun di Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rano menyampaikan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di Seoul. Kerja sama itu diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada penerima program beasiswa pendidikan luar negeri Jakarta untuk melanjutkan studi di Korea Selatan.
"Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul," kata Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Program beasiswa tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan sebagai tujuan pendidikan bagi para penerima beasiswa.
Tak Hanya Mengejar Gelar Akademik
Rano menilai kesempatan menempuh pendidikan di Korea Selatan tidak sebatas untuk memperoleh gelar akademik. Para penerima beasiswa juga diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dari perkembangan Korea Selatan di berbagai sektor.
Menurutnya, Korea Selatan memiliki pengalaman yang dapat dipelajari Jakarta, terutama dalam bidang teknologi, industri kreatif, inovasi, dan kebudayaan.
Melalui program tersebut, mahasiswa asal Jakarta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga memahami lingkungan sosial dan ekosistem yang berkembang di Korea Selatan.
Kerja sama sister city antara Jakarta dan Seoul pun diharapkan dapat berkembang lebih luas. Hubungan kedua kota tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintahan, tetapi juga dapat diperkuat melalui pertukaran mahasiswa, peneliti, komunitas kreatif, seniman, pelaku usaha, hingga generasi muda.
Jakarta dan Seoul telah menjalin hubungan sebagai kota kembar selama lebih dari empat dekade. Jakarta juga tercatat sebagai salah satu dari 25 sister cities Seoul dan menjadi salah satu mitra Seoul di kawasan Asia Tenggara.
Program Beasiswa Disiapkan Mulai 2027
Program beasiswa pendidikan luar negeri Pemprov DKI Jakarta telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan.
Program tersebut diperuntukkan bagi warga Jakarta berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 di perguruan tinggi dunia.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp99,9 miliar untuk program tersebut. Pada tahap awal, sebanyak 100 mahasiswa diproyeksikan menjadi penerima beasiswa, dengan rincian 70 penerima jenjang S2 dan 30 penerima jenjang S3.
Dengan adanya rencana penjajakan kerja sama dengan universitas di Seoul, Korea Selatan berpotensi menjadi salah satu pilihan negara tujuan bagi penerima beasiswa.
Meski demikian, kerja sama tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Hingga kini belum terdapat daftar perguruan tinggi di Korea Selatan yang secara resmi ditetapkan sebagai tujuan pendidikan bagi penerima program.
Pelajari Ekosistem Industri Kreatif Korea Selatan
Selain sektor pendidikan, pertemuan antara Rano dan Jeong Sang-hun turut membahas perkembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Rano melihat perkembangan Korea Selatan dalam membawa produk budaya dan kreatif ke pasar internasional sebagai salah satu pengalaman yang dapat menjadi pembelajaran bagi Jakarta. Musik, film, drama, fesyen, kuliner, hingga berbagai produk kreatif Korea Selatan dinilai telah memiliki daya saing global.
Namun, pembelajaran tersebut tidak hanya diarahkan pada produk yang berhasil mendunia. Jakarta juga melihat pentingnya memahami ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kreatif tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan Seongsu-dong di Seoul. Kawasan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Jakarta dalam menciptakan ruang perkotaan yang mampu mempertemukan komunitas, pelaku industri kreatif, generasi muda, seniman, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pemerintah Metropolitan Seoul juga memperlihatkan bagaimana ruang kota dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang hari, termasuk pada malam hari. Aktivitas budaya, kuliner, dan kreativitas yang berlangsung di taman maupun ruang publik dikembangkan untuk menciptakan kawasan yang aman dan nyaman sekaligus memperkuat daya tarik kota.
Bagi Jakarta, pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama dengan Seoul, sekaligus memperkuat hubungan sister city yang telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun.