JAKARTA, 2 November 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong para pelajar SMA di Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah menyelesaikan sekolah. Dukungan tersebut didukung oleh program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan saat ini menjangkau sekitar 16.000 mahasiswa.
"Gunakan kesempatan ini mumpung setelah nanti saudara-saudara sekalian selesai SLTA ini masih punya kesempatan untuk mendapatkan KJMU. Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul. Jumlahnya sekitar 16.000 beasiswa," kata Pramono saat menghadiri acara penganugerahan Duta Antihoaks Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ia mengajak para siswa yang masih menempuh pendidikan di bangku SMA untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebagai peluang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain KJMU, Pemprov DKI Jakarta berencana meluncurkan program LPDP Jakarta pada 2027. Program ini direncanakan memberikan beasiswa kepada 75 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
"Dan mulai tahun depan, mulai tahun 2027, akan ada LPDP Jakarta. Walaupun jumlahnya mungkin 75 mahasiswa yang kita kirim ke luar negeri. Tetapi ini adalah awal," ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga memperluas cakupan bantuan KJMU melalui perubahan peraturan gubernur (pergub). Jika sebelumnya bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang sarjana (S1), kini penerima juga berkesempatan memperoleh dukungan pendidikan hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
"Karena saya meyakini termasuk untuk KJMU yang dulu hanya untuk S1, sejak saya menjabat sebagai Gubernur, saya udah mengubah pergub-nya, sekarang boleh untuk S2 dan S3," ucapnya.
Pramono menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memutus rantai ketidakberuntungan yang dapat terjadi antargenerasi. Karena itu, ia mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan berbagai peluang bantuan pendidikan yang telah disediakan pemerintah daerah.
"Karena ke depan bagi saya untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, pendidikan itu nomor satu," kata Pramono.