02 July 2026   |   (Jak Tv)

Melanjutkan Semangat Laksamana Cheng Ho, Pemuda Tiongkok Dan Indonesia Resmi Menjadi “Duta Persahabatan”

Share

JAKARTA, 2 Juli 2026 - Upacara Penyematan “Pelayaran Laksmana Cheng Ho: Sang Duta Persahabatan Dunia” Tiongkok (Yunnan)–Indonesia diselenggarakan pada 1 Juli di Universitas Al Azhar Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kunming City College dan Universitas Al Azhar Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperdalam kerja sama di bidang pendidikan bahasa Mandarin, pertukaran mahasiswa, serta pertukaran budaya. Selain itu, delapan mahasiswa dari kedua universitas dipasangkan secara satu-satu sebagai “Duta Persahabatan”, membangun jembatan persahabatan lintas negara di kalangan generasi muda.

Upacara ini merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan pertukaran budaya “Pelayaran Laksamana Cheng Ho: Sang Duta Persahabatan Dunia”, yang diselenggarakan oleh Kantor Informasi Pemerintah Provinsi Yunnan dan Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Yunnan. Acara tersebut dihadiri hampir 200 dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tiongkok dan Indonesia.

Wen Liao, Wakil Direktur Kantor Peradaban Spiritual Komite Partai Provinsi Yunnan, mengatakan bahwa lebih dari 600 tahun yang lalu, pelaut legendaris asal Yunnan, Laksamana Cheng Ho, melakukan tujuh pelayaran ke Samudra Barat dan beberapa kali mengunjungi Kepulauan Indonesia. Ia dikenal karena membawa perdamaian, memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, serta menjalin hubungan yang bersahabat dengan penduduk setempat. Hingga kini, kisahnya masih dikenang oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, penyematan Duta Persahabatan hari ini merupakan kelanjutan semangat persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari enam abad. Ia berharap para pemuda yang terpilih dapat terus menjalin komunikasi, saling belajar, serta meneruskan nilai-nilai perdamaian dan persahabatan yang diwariskan Laksamana Cheng Ho kepada generasi berikutnya.

Yu Zhuqing, Wakil Sekretaris Komite Partai sekaligus Wakil Rektor Kunming City College, menyampaikan bahwa universitas tersebut berakar di kampung halaman Laksamana Cheng Ho dan selama ini berkomitmen menjalankan pendidikan yang terbuka serta aktif mendukung pembangunan bersama dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative). Dalam beberapa tahun terakhir, kampus ini telah menerima kunjungan mahasiswa, akademisi, dan kelompok seni dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, serta berbagai negara lainnya. Di saat yang sama, pihak universitas juga secara rutin mengirimkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan kunjungan serta pertunjukan budaya ke Inggris, Nepal, Kenya, dan negara-negara lain. Menurutnya, program Duta Persahabatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa kedua negara untuk mempererat persahabatan, meningkatkan saling pengertian, dan bersama-sama meneruskan semangat Laksamana Cheng Ho.

Wakil Rektor II Universitas Al Azhar Indonesia, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa dalam ingatan masyarakat Indonesia, Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai seorang pelaut yang membawa perdamaian, perdagangan, dan persahabatan. Universitas Al Azhar Indonesia sendiri memiliki tradisi panjang dalam kerja sama internasional. Sejak tahun 2010, universitas ini bekerja sama dengan Universitas Normal Fujian dalam mendirikan Institut Konfusius, serta secara konsisten menyelenggarakan pembelajaran bahasa Mandarin, mengirim mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Tiongkok, menjalin pertukaran dengan berbagai universitas di Beijing, Shanghai, dan kota-kota lainnya, serta menyelenggarakan ratusan kegiatan pengalaman budaya Tiongkok. Ia berharap program Duta Persahabatan ini dapat membantu generasi muda Indonesia mengenal Tiongkok secara lebih dekat dan nyata, sekaligus membuka kesempatan bagi pemuda Tiongkok untuk memahami Indonesia yang hangat dan penuh keberagaman.

Perwakilan mahasiswa Tiongkok yang menjadi Duta Persahabatan, Liu Xuanyu dari Kunming City College, mengatakan bahwa setelah beberapa hari berkunjung ke Indonesia, ia menyadari bahwa Indonesia bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga negeri yang kaya akan seni musik dan tari. Ia berharap melalui program ini dirinya dapat terus berinteraksi dengan teman-teman Indonesia, saling belajar, serta memperkenalkan keindahan musik dan tarian dari kedua negara kepada lebih banyak orang.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Indonesia dari Universitas Al Azhar Indonesia, Jihan, mengungkapkan bahwa produk-produk buatan Tiongkok seperti telepon genggam, peralatan rumah tangga, hingga minuman kini semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, belajar bahasa Mandarin merupakan cara untuk memahami lebih dekat negara yang semakin hadir dalam kesehariannya. Ia berharap program ini dapat membantunya meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus mengenal Tiongkok secara lebih nyata.

Setelah upacara penyematan, delegasi dosen dan mahasiswa Kunming City College menampilkan pertunjukan medley lagu rakyat Yunnan, yang disambut dengan tarian dari mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia. Para mahasiswa dari kedua negara juga bersama-sama melukis gulungan lukisan bertema Laksamana Cheng Ho sepanjang sekitar delapan meter, yang menggambarkan kapal harta karun, ombak laut, serta kota-kota bersejarah. Selain itu, berbagai kegiatan budaya seperti pengalaman mengenakan Hanfu dalam program “Menjelajahi Tiongkok Bersama Laksamana Cheng Ho”, kaligrafi Tiongkok, serta pencetakan tradisional Jia Ma khas Yunnan turut diselenggarakan. Melalui setiap senyum dan interaksi yang terjalin, para mahasiswa dari kedua negara merasakan secara langsung pesona budaya tradisional Tiongkok.

Share