JAKARTA, 13 Oktober 2026 – PT PLN (Persero) melalui dua subholding, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP), meraih empat penghargaan dalam ajang ASEAN Energy Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi di bidang energi bersih dan berkelanjutan yang mendukung percepatan transisi energi.
Penghargaan yang diumumkan di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026), tersebut menjadi bentuk kontribusi PLN Group dalam mengembangkan teknologi energi yang lebih efisien dan rendah emisi, sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.
Dalam ajang tingkat Asia Tenggara itu, PLN NP memperoleh dua predikat Winner dan satu First Runner-up. Predikat Winner diraih Greenvoltaic Hydrogen Plant di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Emerging Low-Carbon Technologies, subkategori Green Hydrogen.
Penghargaan Winner lainnya diberikan kepada Gedung Administrasi PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang pada ASEAN Energy Efficiency and Conservation Awards 2026 kategori Green Building, subkategori Small and Medium Building.
Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata meraih predikat First Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori On-Grid, subkategori Utility Scale.
Adapun PLN IP memperoleh predikat Second Runner-up melalui inovasi Powering Coal Generation through Biomass Integration and Smart Energy Management. Inovasi yang dikembangkan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu tersebut meraih penghargaan pada kategori Combined Heat and Power (CHP) Generation.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kontribusi PLN Group dalam mendukung agenda pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional.
Menurutnya, transformasi sektor ketenagalistrikan tidak hanya berorientasi pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada pengembangan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“PLN terus bertransformasi. Sebab, baik saat ini maupun di masa depan, peran PLN tidak hanya sebatas menghasilkan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan energi yang semakin bersih dan berkelanjutan. Inilah arah transformasi yang terus kami dorong agar sektor ketenagalistrikan mampu menjawab kebutuhan masa depan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Darmawan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menambahkan bahwa transisi energi perlu diwujudkan melalui langkah konkret, mulai dari inovasi teknologi dan optimalisasi aset hingga pengembangan pembangkit energi terbarukan berskala besar.
“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang bagaimana kita berinovasi agar setiap aset dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. Tiga penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN Nusantara Power untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, efisien, dan memiliki nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Ruly.
Salah satu inovasi PLN NP yang mendapat pengakuan adalah Greenvoltaic Hydrogen Plant di PLTGU Muara Karang. Fasilitas tersebut mampu memproduksi hingga 43 ton hidrogen hijau per tahun dengan memanfaatkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui PLTS atap serta Renewable Energy Certificate (REC) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling.
Ruly menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas tersebut juga memberikan manfaat ekonomi berupa penghematan biaya listrik dan potensi pendapatan baru.
“Selain mendukung transisi energi, pengembangan fasilitas ini juga memberikan manfaat ekonomi. Kami mencatat penghematan biaya listrik sekitar Rp1,19 miliar per tahun serta potensi pendapatan baru sebesar Rp2,74 miliar melalui perjanjian pembelian hidrogen dan oksigen. Model pengembangan fasilitas tersebut juga telah direplikasi di 22 pembangkit lain milik PLN Group, dengan total kapasitas produksi gabungan mencapai 203 ton hidrogen per tahun,” jelas Ruly.
Selain mengembangkan hidrogen hijau, PLN NP menerapkan inovasi efisiensi energi pada bangunan operasional. Salah satunya melalui Gedung Administrasi PLN NP UP Muara Karang yang mengintegrasikan desain pasif dan aktif untuk mengoptimalkan konsumsi energi. Gedung tersebut juga memanfaatkan panel surya dan hydrogen fuel cell sebagai sumber listrik.
Sebelumnya, gedung tersebut meraih Juara I kategori Gedung Hijau dalam Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2025. Prestasi itu kemudian mengantarkannya mewakili Indonesia dalam ASEAN Energy Awards 2026.
Di sektor energi terbarukan, PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat memperoleh penghargaan pada kategori pengembangan energi terbarukan skala besar. Pembangkit berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) yang dikelola PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) tersebut memanfaatkan permukaan Waduk Cirata untuk menghasilkan listrik dari energi matahari tanpa membutuhkan lahan darat yang luas.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan bahwa inovasi integrasi biomassa dan pengelolaan energi cerdas menjadi upaya untuk mengoptimalkan pembangkit yang telah beroperasi. Langkah ini dilakukan melalui pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif serta penerapan sistem pengelolaan energi yang lebih efisien.
“Inovasi ini mencerminkan upaya kami dalam mengoptimalkan pembangkitan secara menyeluruh, mulai dari meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keandalan pasokan listrik hingga memperkuat aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan energi alternatif dan pengurangan dampak lingkungan. Kami akan terus mendorong inovasi agar transformasi pembangkitan memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan mendukung transisi energi,” pungkas Bernadus.