30 October 2026   |   (Jak Tv)

Pemkot Jaksel Bantu 414 Pelajar Tebus Ijazah Tertunda

Share

JAKARTA, 30 Oktober 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyalurkan bantuan pengambilan ijazah tertunda tahap II kepada 414 pelajar. Program ini diharapkan dapat membantu para peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memenuhi persyaratan untuk memasuki dunia kerja.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memastikan keterbatasan finansial maupun persoalan administrasi tidak menghambat masa depan para pelajar.

"Jangan sampai cita-cita dan masa depan anak-anak kita terhambat hanya karena persoalan administrasi atau keterbatasan finansial," kata Syafrin dikutip dari Antara, Kamis (29/10/2026).

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Suku Dinas Pendidikan, Baznas (Bazis), pihak sekolah, serta anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta. Sinergi tersebut dilakukan mulai dari pendataan, verifikasi, hingga koordinasi di lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada para penerima yang membutuhkan.

"Sinergi seperti inilah yang perlu terus kita perkuat untuk mewujudkan Jakarta Selatan sebagai kota yang inklusif, peduli dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat," ungkap Syafrin.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, menjelaskan bahwa dari total 414 penerima bantuan tahap II, sebanyak 142 peserta didik berasal dari wilayah Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan 272 peserta didik dari Wilayah II Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 program tersebut telah membantu 1.828 peserta didik di Jakarta Selatan. Adapun pada 2026, jumlah penerima bantuan dari pelaksanaan tahap I dan II mencapai 760 siswa.

"Melalui langkah konkret ini, diharapkan seluruh persoalan ijazah tertunda di Jakarta Selatan dapat terselesaikan dengan baik sehingga para lulusan dapat melanjutkan langkah mereka ke jenjang berikutnya atau memasuki dunia kerja," ujar Sarwoko.

 

Share