JAKARTA, 16 Oktober 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memperkuat upaya pencegahan kebakaran selama musim kemarau panjang. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gelatik Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, meminta para pimpinan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), camat, dan lurah untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi kebakaran selama musim kemarau.
"Saya minta kepada pimpinan UKPD dan para camat serta para lurah untuk mengingatkan warganya terhadap bencana kebakaran yang terjadi di musim kemarau panjang ini agar lebih waspada," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan di Ruang Rapat Gelatik Utama Kantor Wali Mota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis.
Dalam rapat tersebut, terdapat dua hal yang menjadi perhatian utama, yakni pencegahan kebakaran selama musim kemarau panjang dan persiapan pelaksanaan simulasi gempa bumi.
"Terus ingatkan kepada warga untuk tidak membakar sampah yang dapat menimbulkan polusi udara dan mungkin bisa merembet jadi kebakaran," ucapnya.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, Pemkot Jakarta Selatan menjadwalkan simulasi di Gedung Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut kemudian akan dilanjutkan di 112 sekolah dan 10 gedung pemerintahan di wilayah Jakarta Selatan.
Syafrin meminta pengelola gedung yang menjadi lokasi simulasi untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung guna memastikan kegiatan berjalan dengan baik.
“Melalui simulasi ini, gedung-gedung terpilih diminta untuk mempersiapkan secara matang berbagai aspek pendukung, meliputi jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), kesiapan petugas, serta elemen pendukung lainnya,” ucapnya.
Pemkot Jakarta Selatan juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana serta memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam situasi darurat.
"Dengan kesiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat tetap tenang dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diharapkan," katanya.