JAKARTA, 16 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong penguatan peran lurah dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global melalui penyelenggaraan Benyamin S Award (BSA). Ajang ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan wilayah perkotaan di tingkat kelurahan.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri babak final penilaian presentasi BSA di Jakarta Pusat, Kamis (15/10).
"Dengan semakin banyaknya peserta, semakin tingginya kompetisi dari keunggulan-keunggulan itu maka perwujudan pencapaian Jakarta Kota Global dengan mengembangkan lurah sebagai urban estate manager itu bisa diakselerasi lebih cepat dari target," ujar Sigit.
Konsep urban estate manager mengacu pada peran lurah dalam mengelola, memelihara, dan mengoperasikan kawasan perkotaan. Dalam hal ini, kelurahan menjadi garda terdepan pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi wilayahnya.
"Pak Gubernur dan Pak Wagub menyampaikan bahwa yang utama adalah bagaimana pemerintah kota sampai dengan kelurahan itu bisa menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakatnya," ungkapnya.
Melalui BSA, Pemprov DKI Jakarta melakukan penilaian terhadap perkembangan dan keunggulan setiap wilayah kelurahan, termasuk aspek kebersihan, kenyamanan, keindahan, serta pemanfaatan teknologi terapan. Sigit mengapresiasi tingginya partisipasi kelurahan dalam mengikuti kompetisi tersebut.
Dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta, sebanyak 52 kelurahan berhasil melaju ke tahap seleksi penjurian. Dari jumlah tersebut, 10 finalis terpilih mengikuti proses penilaian akhir.
"BSA Award tidak hanya dikenal, tetapi menjadi sesuatu yang ditunggu oleh teman-teman lurah untuk bisa menampilkan, mempresentasikan keunggulan-keunggulan yang ada di wilayahnya masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, memaparkan