JAKARTA, 5 November 2026 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melepas 12 anggota Palang Merah Remaja (PMR) PMI Provinsi DKI Jakarta untuk mengikuti International Exchange Program with Japanese Red Cross Tokyo Chapter Tahun 2026 di Jepang pada 5–11 November 2026.
Pelepasan delegasi dilakukan oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta. Acara berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta dan dihadiri perwakilan PMI Pusat, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta H. Beky Mardani beserta jajaran, perwakilan PMI kota dan kabupaten, kepala sekolah, guru pembina PMR, orang tua peserta, serta anggota delegasi.
Dalam sambutan Gubernur yang disampaikan Ali, Pemprov DKI menyambut positif program pertukaran internasional tersebut sebagai sarana untuk memperluas wawasan, membentuk karakter, dan meningkatkan kapasitas generasi muda.
Menurutnya, program ini bukan sekadar kunjungan ke negara lain, melainkan kesempatan bagi anggota PMR untuk mendapatkan pengalaman langsung mengenai persahabatan antarbangsa, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Melalui program ini, generasi muda Jakarta diharapkan memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Pengalaman berinteraksi dengan generasi muda dari negara lain juga menjadi kesempatan untuk belajar menghargai perbedaan budaya dan memperkuat persahabatan," kata Ali Maulana Hakim.
Program ini sekaligus melanjutkan hubungan persahabatan antara generasi muda Indonesia dan Jepang. Setelah sebelumnya delegasi pelajar Jepang berkunjung ke Jakarta, pada 2026 giliran anggota PMR PMI DKI Jakarta yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di Jepang.
Total delegasi yang diberangkatkan berjumlah 16 orang, terdiri atas 12 anggota PMR dan empat pendamping. Para anggota PMR tersebut merupakan perwakilan dari lima wilayah kota administrasi, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Ali juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Jakarta dan Indonesia selama mengikuti program. Para delegasi diharapkan menunjukkan sikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkenalkan budaya serta keramahan masyarakat Indonesia.
Ia turut berharap PMI Provinsi DKI Jakarta terus meningkatkan pembinaan PMR sebagai wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda. Untuk mendukung upaya tersebut, sinergi antara PMI, Dinas Pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, sekolah, dan orang tua perlu terus diperkuat.
“Melalui program ini, pengalaman internasional yang diperoleh para delegasi diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat, khususnya dalam bidang kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, H. Beky Mardani, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta, kepala sekolah, guru pembina, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program pertukaran tersebut.
Beky menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah PMI untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, dan mempererat persahabatan generasi muda Indonesia dan Jepang melalui nilai-nilai kemanusiaan.
“Program pertukaran ini merupakan implementasi Tri Bakti PMR, khususnya Tri Bakti ketiga, yaitu mempererat persahabatan nasional dan internasional,” kata H. Beky Mardani.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada kunjungan antarnegara, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki wawasan luas, berkarakter, mandiri, serta mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai persiapan, PMI Provinsi DKI Jakarta telah mengadakan pemusatan latihan dan pembekalan pada 10, 17, 24, dan 31 Oktober 2026 di Markas PMI Provinsi DKI Jakarta. Materi yang diberikan meliputi pengetahuan kepalangmerahan, pemahaman budaya, kedisiplinan, komunikasi, serta sikap yang perlu diterapkan selama berada di Jepang.
Selama mengikuti program, delegasi dijadwalkan menjalani berbagai kegiatan pembelajaran dan pertukaran budaya. Agenda tersebut mencakup kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang, Palang Merah Tokyo, Unit Donor Darah Palang Merah Tokyo, serta sejumlah sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama.
“Peserta akan mempelajari praktik pertolongan pertama (First Aid), kesiapsiagaan bencana, serta pembuatan makanan darurat. Sementara itu, kunjungan ke Unit Donor Darah Palang Merah Jepang Daerah Tokyo menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal sistem pelayanan donor darah dan pengelolaan layanan darah di Jepang,” imbuhnya.
Beky berharap, kerja sama PMI dengan Palang Merah Jepang Daerah Tokyo dapat terus berlanjut dan dikembangkan, terutama dalam bidang pendidikan kemanusiaan, kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, pelayanan donor darah, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
“Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman yang tidak hanya dapat dikenang melainkan memberikan manfaat dan menginspirasi orang lain. Bawalah nama baik Jakarta serta Indonesia," tuturnya.