JAKARTA, 12 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas dukungan bagi penyandang disabilitas melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, perlindungan sosial, hingga ketenagakerjaan. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan dan meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pemerintah daerah berupaya memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan, mengakses layanan publik, serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
"Jakarta ingin bergerak dari sekadar memberikan akses menjadi membuka kesempatan, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, bekerja, berkembang, dan berpartisipasi dalam kehidupan kota," ujar Pramono.
Dalam sektor pendidikan, Jakarta saat ini memiliki 88 Sekolah Luar Biasa (SLB), yang terdiri atas 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta. Selain menyediakan fasilitas pendidikan, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap II Tahun 2026 kepada 2.764 siswa SLB.
Dukungan juga diberikan dalam bidang kesehatan. Sebanyak 44 puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta telah menyediakan layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.
Untuk menunjang mobilitas, Pemprov DKI mengoperasikan 37 bus sekolah ramah disabilitas yang melayani 10 rute. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung akses transportasi bagi anak-anak penyandang disabilitas dalam menjalani aktivitas pendidikan.
Di bidang perlindungan sosial, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) telah disalurkan kepada 20.890 penerima hingga September 2026. Pemprov DKI juga menyediakan alat bantu fisik, seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat, guna menunjang aktivitas sehari-hari penerima manfaat.
"Secara khusus Pemerintah DKI Jakarta juga mengeluarkan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dengan penerima saat ini mencapai 20.890 orang, serta menyediakan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas khusus untuk anak-anak dan keluarga disabilitas," kata Gubernur Pramono.
Selain memperkuat akses terhadap layanan dasar, Pemprov DKI turut mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja dan kegiatan ekonomi. Saat ini, tercatat sebanyak 4.324 pekerja penyandang disabilitas di Jakarta.
Pemprov DKI juga menyelenggarakan bursa kerja khusus dengan menyediakan 500 lowongan pekerjaan. Di sisi lain, sebanyak 133 penyandang disabilitas telah terlibat sebagai mitra binaan program Jakpreneur untuk mendukung pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi.
"Inklusi harus sampai pada kesempatan bekerja dan mandiri, bukan semata-mata membangun gedung tinggi melainkan sentuhan keberpihakan seperti inilah yang membuat Jakarta lebih nyaman, aman, dan kolaboratif," tuturnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperluas partisipasi penyandang disabilitas di berbagai bidang kehidupan. Pemerintah daerah juga mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih inklusif agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, dan hidup mandiri secara setara.