JAKARTA, 8 November 2024 - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan pihaknya akan mengupayakan hunian layak bagi warganya salah satunya dengan mendirikan rumah susun (rusun) untuk masyarakat yang tinggal di kolong jembatan. Rencana tersebut, kata Ara, sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Dia menjelaskan hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menyediakan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Dalam waktu dekat, kami sudah bekerja sama dengan Kemendagri dan Kemensos untuk supaya saudara-saudara kita yang kurang beruntung, di bawah jembatan juga bisa kita bantu. Jadi kita akan masuk ke situ supaya mereka bisa masuk ke rumah susun dan juga dalam waktu beberapa bulan akan dibantu secara sosial," katanya kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Selain disediakan tempat tinggal, Ara juga meminta agar masyarakat tersebut diberikan pelatihan. Hal ini supaya mereka bisa menggerakkan roda ekonomi atau mencari penghasilan sendiri.
"Saya juga minta lebih dari itu kalau boleh diedukasi supaya mereka juga punya kemampuan berusahakah, atau apapun, dididik," sambungnya.
Politikus ini menuturkan, rencananya pilot project tersebut akan dilakukan di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Jika di kedua provinsi tersebut berhasil, maka program serupa akan dilakukan di berbagai daerah.
"Ada DKI dan Jawa Barat, sebagai role model. Kalau nanti ini berjalan dengan baik kita akan duplikasi di tempat lain," jelasnya.
Ia berharap program tersebut bisa dilaksanakan di bulan ini.
"Kita akan usahakan di bulan ini terlaksana. Kita usahakan, doakan ya," terangnya.
"Setelah berbincang dengan warga yang tinggal di bawah jembatan, mereka ingin mempunyai hunian yang layak. Hujan tidak kehujanan dan banjir tidak kebanjiran. Apalagi kalau tinggal di dalam kolong jembatan tentunya penyakit sangat rentan sekali menyerang mereka," ujar Teguh Setyabudi Penjabat Gubernur DKI Jakarta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ini dia sampaikan saat melakukan kunjungan ke hunian warga di kolong Jembatan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara.
Turut mendampingi peninjauan tersebut yakni Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Afan Adriansyah, Asisten Pemerintahan Sigit Wijatmoko, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kelik Indriyanto, Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum, dan Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.
Teguh kemudian melanjutkan peninjauan ke Rusun Petak Habitat Ancol di Jalan Tongkol 10. Di sana, dia dan jajaran memeriksa sejumlah fasilitas rusun yang kini sudah berdiri dua menara dari sembilan yang direncanakan.
Teguh meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendata warga yang tinggal di lokasi yang tidak layak, seperti tinggal di bawah kolong tol dan kolong jembatan. Nantinya, mereka akan diprioritaskan menempati rusun yang tidak jauh dari lokasi semula.
"Saya instruksikan juga untuk memastikan kapasitas rusun bisa menampung berapa banyak warga. Apakah mungkin untuk mereka yang tinggal di bawah kolong tol, sebagian juga yang tinggal di kolong jembatan," katanya.