JAKARTA, 16 September 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta Selatan dilaksanakan dengan kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam Mohammad Hatta yang berada di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin, mengatakan kegiatan ziarah tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT PMI sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa Mohammad Hatta sebagai salah satu Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang dikenal sebagai Bapak PMI Indonesia.
"Berdasarkan cerita dari putri beliau, Bung Hatta awalnya sempat berkunjung ke Jenewa dan kemudian mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan warga terkait penyediaan darah di masa depan. Untuk itu, PMI didirikan di Indonesia agar masyarakat dapat terus merasakan manfaat dan jasa beliau dalam bidang kemanusiaan," ujarnya, Rabu (16/9).
Dalam peringatan HUT PMI tersebut, Syafrin turut menyampaikan sejumlah masukan untuk pengembangan organisasi di masa mendatang. Ia menilai PMI perlu terus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.
Menurut Syafrin, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi dapat dimanfaatkan PMI untuk memperluas jangkauan kepada generasi muda. Platform digital juga dapat digunakan sebagai media untuk mengenalkan sejarah PMI, termasuk kontribusi Bung Hatta dalam pendirian organisasi kemanusiaan tersebut.
"Mengingat masyarakat sudah semakin melek teknologi, PMI harus mampu merangkul kaum milenial dengan memanfaatkan platform digital agar mereka memahami sejarah dan alasan Bung Hatta mendirikan PMI," terangnya.
Syafrin juga mendorong PMI untuk lebih sering hadir secara langsung di tengah masyarakat guna memberikan pemahaman bahwa peran organisasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan darah bagi warga yang membutuhkan.
"PMI juga memiliki peran penting dalam penanganan berbagai potensi bencana," ungkapnya.
Selain itu, ia menyebut momentum Bulan Dana PMI dapat menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat ikut memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki dana dalam jumlah besar untuk dapat membantu sesama.
"Kontribusi sekecil apa pun, jika dilakukan secara kolektif dan kolegial, akan menjadi besar dan memberikan banyak manfaat bagi para korban bencana, seperti yang juga telah dilakukan pada beberapa kasus kebakaran di Jakarta," ucapnya.
Syafrin turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta memperkuat semangat gotong royong melalui berbagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan.
"Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi demi kemanusiaan dan semangat gotong royong," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, mengatakan kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam Bung Hatta diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh sosok yang menjadi salah satu pendiri PMI sekaligus Proklamator Kemerdekaan Indonesia.
Mundari berharap PMI Jakarta Selatan dapat terus mempertahankan kekompakan organisasi, hadir di tengah masyarakat, dan memberikan bantuan secara optimal, terutama dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.
"Kami ingin PMI tetap solid, selalu berada di tengah masyarakat, memberikan bantuan secara maksimal kepada masyarakat, serta bersama-sama dengan masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saling membantu dalam menghadapi berbagai kebencanaan," jelasnya.
Ia menambahkan, PMI Jakarta Selatan akan terus melakukan kegiatan di tengah masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya nilai-nilai kemanusiaan.
"Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat lebih mengerti dan menyadari bahwa Palang Merah Indonesia selalu ada di tengah-tengah mereka," tandasnya.