JAKARTA, 3 November 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana pembangunan dua hingga tiga pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota. Fasilitas tersebut diperkirakan mampu mengolah sekitar 7.000 ton sampah untuk membantu mengimbangi volume sampah yang dihasilkan dengan kapasitas pengolahannya.
Rencana itu disampaikan Pramono saat menghadiri pertemuan Komite Eksekutif CityNet ke-46 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tantangan perkotaan, termasuk transportasi dan polusi, turut menjadi pembahasan.
"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Menteri bahwa salah satu hal yang menjadi PR buat Jakarta yang mudah-mudahan di era ini segera bisa diselesaikan adalah persoalan sampah," kata Pramono.
Siapkan Berbagai Fasilitas Pengolahan Sampah
Pramono menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani persoalan sampah. Kehadiran dua hingga tiga PLTSa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Jakarta.
"Dua atau tiga tadi membutuhkan kurang lebih 7.000 ton. Kemudian kita masih ada RDF Rorotan, dan beberapa kegiatan pilah sampah, dan juga TPS 3R yang sedang kita galakkan, mudah-mudahan ini persoalan sampah di Jakarta segera bisa diselesaikan," ujarnya.
Ia berharap, pengembangan fasilitas tersebut dapat menciptakan keseimbangan antara jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat dengan kemampuan pengolahannya.
Selain merencanakan pembangunan PLTSa, Pemprov DKI Jakarta juga mengoptimalkan fasilitas refuse derived fuel (RDF) Rorotan. Fasilitas ini mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif sebagai salah satu solusi pengurangan timbunan sampah.
Upaya lainnya dilakukan melalui penguatan pemilahan sampah serta pengembangan tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R). Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan sampah secara terpadu.
Meski demikian, Pramono belum menyampaikan secara terperinci lokasi pembangunan, kebutuhan investasi, maupun target operasional dua hingga tiga PLTSa yang direncanakan.
Bahas Tantangan Pembangunan Perkotaan
Pertemuan Komite Eksekutif CityNet ke-46 turut dihadiri Sekretaris Jenderal CityNet, Vijay Jagannathan, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Forum tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin kota dan mitra dari kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan pembangunan perkotaan.
Bagi Jakarta, isu pengelolaan sampah, transportasi, dan polusi menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan serta pelayanan publik. Melalui pengembangan fasilitas pengolahan sampah, peningkatan pemilahan dari sumber, dan pembenahan sistem transportasi, Pemprov DKI Jakarta berupaya menangani berbagai persoalan perkotaan secara bertahap.