JAKARTA, 2 Maret 2026 – Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara (irup) dan memimpin langsung upacara militer pemakaman Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Senin siang.
Dari mimbar yang berada di dekat liang lahat, Presiden Prabowo yang mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan kopiah hitam memulai prosesi dengan menerima laporan dari komandan upacara, Kolonel Inf. Benny Angga.
"Laksanakan!" kata Presiden Prabowo kepada komandan upacara.
Upacara pemakaman yang digelar secara militer tersebut dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum. Riwayat itu memuat perjalanan pengabdian Try Sutrisno di dunia militer serta berbagai bintang jasa, tanda jasa, dan tanda kehormatan yang diterimanya sepanjang hayat. Sejumlah penghargaan tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.
Setelah pembacaan riwayat hidup, Presiden Prabowo selaku inspektur upacara membacakan apel persada:
"Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama: Try Sutrisno; Jabatan: Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-6 Periode Tahun 1993-1998, Panglima ABRI Periode 1988-1993. Putra dari Bapak Subandi, almarhum, yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Jakarta.
"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar. Jakarta, 2 Maret 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto".
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan perintah pasang sangkur dan persiapan penurunan peti jenazah ke liang lahat. Penghormatan militer diberikan dengan iringan musik dan penembakan senjata. Bendera Merah Putih dibentangkan di atas liang lahat almarhum. Salah satu ujung bendera dipegang oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Di tengah jalannya upacara, hujan deras mengguyur area TMP Kalibata. Meski demikian, prosesi tetap berlangsung khidmat hingga jenazah dimakamkan. Keluarga almarhum mendapat kesempatan pertama untuk melakukan penaburan bunga.
Di dekat makam, Presiden Prabowo menyaksikan penimbunan liang lahat didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kemudian tiga kepala staf TNI, yaitu KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan ada pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.
Di sisi lain liang lahat, tampak sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta para menteri Kabinet Merah Putih.
Presiden Prabowo kemudian meletakkan karangan bunga atas nama negara di atas pusara Try Sutrisno dan memberikan penghormatan terakhir. Perwakilan keluarga turut melakukan peletakan karangan bunga. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, sebelum akhirnya ditutup dengan penghormatan terakhir dari seluruh peserta upacara yang diiringi musik satuan TNI.
Setelah upacara resmi ditutup, Presiden Prabowo menyerahkan bendera Merah Putih dan naskah apel persada kepada keluarga almarhum.
Try Sutrisno, yang menjabat sebagai Wapres ke-6 pada masa pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto, wafat pada Senin pagi saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat. Almarhum meninggal dunia pada usia 90 tahun.