JAKARTA, 12 Februari 2025 - Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir Indonesia menghentikan paksa sebuah truk trailer di jalur depan Tower Pelindo Jakarta Utara, saat unjuk rasa, Selasa siang. Para peserta aksi melempari truk itu dengan botol air mineral dan batu sehingga kaca mobil dan bagian depan truk mengalami kerusakan sehingga pengemudi terpaksa menepikan kendaraan tersebut.
Sebanyak 300 sopir truk kontainer dari Keluarga Besar Sopir Indonesia (KB-SI) berunjuk rasa di depan pelabuhan peti kemas NPCT-1, dan kantor Pelindo di Pelindo Tower. Koordinator aksi Ilhamsyah mengatakan tuntutan para sopir yakni mendesak Pelindo segera membereskan kemacetan di beberapa titik vital pelabuhan peti kemas yang dinilai merugikan para sopir.
"Kualitas pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi semakin tidak kompetitif,” kata Ilhamsyah saat demo sopir truk di Pelindo Tower, Selasa (11/2).
Menurut Ilham, para sopir kontainer juga mengeluhkan penerapan biaya atas pemberlakuan sistem gate pass di pelabuhan. Seharusnya truk yang masuk ke pelabuhan tidak dikenakan biaya gate pass karena sudah termasuk dalam komponen biaya terminal. Mereka merasa keberatan harus mengeluarkan tambahan biaya Rp13ribu-Rp20 ribu.
“Untuk memenuhi ritase harian saja sulit karena kemacetan parah pelabuhan. Ini ditambah dengan biaya-biaya baru pelabuhan,” ungkap Ilham.
Menurut Ilham efek negatif lain dari kemacetan parah di pelabuhan yakni meningkatnya biaya BBM yang harus ditanggung sopir, risiko kecelakaan tinggi akibat kelelahan, tekanan dari perusahaan, dan memburuknya kondisi kesehatan fisik serta mental.
“Hidup sopir kontainer sudah benar-benar sulit namun aspirasinya diabaikan oleh Pelindo. Makanya kami melakukan aksi hari ini untuk menuntut keadilan bagi teman-teman sopir kontainer,” katanya.