07 October 2026   |   (Jak Tv)

Transjakarta Bagikan Pengalaman Operasional Bus Listrik di Forum Internasional Bangkok

Share

JAKARTA, 7 Oktober 2026 - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat perannya dalam mendorong percepatan transisi menuju transportasi ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman dalam mengoperasikan bus listrik di Jakarta menjadi salah satu hal yang dibagikan Transjakarta dalam forum internasional Mobilizing Climate Finance for Sustainable Mobility di Novotel Bangkok Sukhumvit 20, Thailand, Rabu (7/10).

Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Bangkok Climate Action Week 2026 tersebut digelar oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) bersama MicroSave Consulting (MSC). Kegiatan ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan skema pembiayaan inovatif guna mendukung elektrifikasi transportasi publik di kawasan ASEAN.

Direktur Operasi dan Keselamatan Transjakarta, M. Deddy Gamawan, menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut. Ia hadir bersama perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Office of Transport and Traffic Policy and Planning (OTP) Thailand, serta ITDP.

Penggunaan bus listrik dinilai memberikan manfaat langsung bagi pelanggan Transjakarta. Selain tidak menghasilkan emisi gas buang, bus listrik menawarkan perjalanan yang lebih nyaman dengan tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah dibandingkan bus konvensional.

Pengembangan armada listrik tersebut menjadi bagian dari langkah Transjakarta dalam mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan. Transjakarta menargetkan proses transformasi armadanya menuju kendaraan listrik dapat terealisasi secara penuh pada 2030.

“Elektrifikasi bukan sekadar mengganti jenis kendaraan, melainkan membangun satu ekosistem transportasi masa depan yang utuh — mencakup armada, infrastruktur pengisian daya modern, hingga peningkatan kompetensi tim perawatan. Pengalaman berharga yang kami bangun di Jakarta ini kami bagikan agar transisi hijau di kota-kota ASEAN dapat terakselerasi lebih cepat, lancar, dan efisien,” ujar M. Deddy Gamawan dengan optimistis.

Selain memberikan manfaat dari sisi lingkungan dan kenyamanan, operasional bus listrik Transjakarta juga menunjukkan efisiensi biaya. Dalam pemaparannya di forum tersebut, Transjakarta menyebut biaya operasional bus listrik sekitar lima persen lebih rendah per kilometer dibandingkan bus konvensional.

Efisiensi tersebut didukung oleh penghematan pada konsumsi energi serta biaya perawatan kendaraan yang lebih rendah. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari sistem transportasi publik berkelanjutan.

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem transportasi listrik, Transjakarta juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu fokusnya adalah pengembangan infrastruktur depo dalam skala besar serta memastikan ketersediaan pasokan listrik yang semakin andal.

Bersama para pemangku kepentingan, Transjakarta saat ini turut mengeksplorasi sejumlah alternatif pembiayaan untuk mendukung percepatan elektrifikasi. Skema yang tengah dikaji mencakup green bonds, blended finance, monetisasi kredit karbon, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga skema sewa baterai.

Berbagai pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembiayaan sekaligus mempercepat pengembangan transportasi publik rendah emisi, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lain di kawasan ASEAN.

Share