JAKARTA, 3 November 2026 – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyelesaikan penataan Mobile Concrete Barrier (MCB) dan pengecatan ulang separator di sepanjang Koridor 9 rute Pinang Ranti–Pluit.
Pekerjaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan operasional bus Transjakarta sekaligus memastikan jalur khusus bus tetap steril. Penataan tersebut juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan non-Transjakarta, terutama kendaraan berat, yang menerobos atau menabrak pembatas jalur.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, mengatakan bahwa pemeliharaan fisik jalur merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan sekaligus mempertahankan ketepatan waktu layanan.
Menurutnya, penataan MCB dan pengecatan ulang separator di Koridor 9 dilakukan untuk memastikan fungsi pembatas jalur busway tetap optimal.
“Dengan separator yang lebih jelas terlihat dan tertata rapi, potensi pelanggaran serta kecelakaan dapat diminimalisasi,” ujarnya, Selasa (3/11).
Ia menjelaskan, kondisi separator yang tertata dan mudah terlihat berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional Transjakarta. Hal tersebut juga mendukung konsistensi jarak kedatangan antarbus (headway) serta menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan maupun pengguna jalan lainnya.
“Transjakarta kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan memprioritaskan sterilisasi jalur khusus bus demi keselamatan bersama serta kelancaran transportasi publik di DKI Jakarta,” tandasnya.
Adapun sejumlah pekerjaan yang dilakukan dalam penataan dan peremajaan Koridor 9 meliputi:
- Penataan dan perbaikan konstruksi MCB: Melakukan reposisi serta memperbaiki beton pembatas di sejumlah titik rawan dan lokasi yang mengalami kerusakan akibat benturan kendaraan non-Transjakarta.
- Pengecatan ulang separator: Memperbarui cat pada seluruh pembatas beton agar lebih mudah terlihat oleh pengendara, khususnya pada malam hari maupun saat cuaca buruk. Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi kejadian kendaraan salah memasuki jalur busway.
- Peningkatan perlengkapan keselamatan: Menambahkan rambu petunjuk berupa chevron serta solar-cell paku jalan di sejumlah titik penting sebagai penanda dan peringatan dini bagi pengguna jalan.
Melalui penyelesaian pekerjaan tersebut, Transjakarta berharap kondisi jalur Koridor 9 semakin tertata, keselamatan pengguna jalan meningkat, dan operasional transportasi publik dapat berjalan lebih lancar