04 November 2026   |   (Jak Tv)

Transjakarta Uji Coba Hers Signal, Teknologi Darurat untuk Penumpang Tuli

Share

JAKARTA, 4 November 2026 – Transjakarta mulai menguji Hers Signal, sebuah inovasi teknologi yang dirancang untuk membantu penumpang tuli dan kelompok nonverbal meminta pertolongan saat menghadapi situasi darurat di transportasi umum. Inovasi ini dikembangkan untuk mempermudah komunikasi antara penumpang dan petugas tanpa harus menggunakan komunikasi lisan, dilansir dari Money.

Hers Signal merupakan hasil kolaborasi jaringan inovasi digital H+ dengan Silang ID. Dalam pengembangannya, komunitas teman tuli turut terlibat dalam proses penelitian dan pengembangan produk guna menghadirkan teknologi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Latar Belakang Pengembangan Hers Signal

Pengembangan Hers Signal dilatarbelakangi persoalan kekerasan dan pelecehan yang masih terjadi di ruang publik, termasuk di transportasi umum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sistem pelaporan keadaan darurat yang dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat.

Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, terdapat 24.472 kasus kekerasan berbasis gender sepanjang 2025. Sementara itu, riset Safe Ride Jakarta melalui Bullyid mencatat bahwa 70 persen perempuan pernah mengalami gangguan atau pelecehan seksual saat menggunakan transportasi umum.

Bagi penumpang yang mengalami hambatan komunikasi, menyampaikan laporan secara langsung kepada petugas dapat menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Hers Signal dihadirkan sebagai alternatif untuk mengirimkan tanda darurat tanpa bergantung pada komunikasi verbal.

Cara Kerja Perangkat Hers Signal

Secara teknis, Hers Signal menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) yang dikemas dalam bentuk gantungan pintar. Perangkat ini dilengkapi modul Bluetooth Low Energy (BLE) dan sensor untuk mendeteksi aktivasi tanda darurat.

Saat tombol perangkat ditekan, sinyal nirkabel dikirimkan ke layanan pengolahan data berbasis awan atau cloud incident service. Layanan tersebut telah terintegrasi dengan pengontrol audio di dalam bus Transjakarta.

Dalam hitungan detik, sistem dapat mengaktifkan pengumuman kewaspadaan secara otomatis melalui pengeras suara di kabin bus. Mekanisme ini dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa memicu kepanikan di antara penumpang.

Selain mengaktifkan pengumuman di dalam bus, sistem juga meneruskan informasi lokasi kendaraan ke pusat kendali dan halte terdekat. Informasi tersebut membantu petugas mengetahui posisi bus secara akurat, meningkatkan kesiapsiagaan, dan menindaklanjuti laporan yang masuk.

Melalui integrasi perangkat pintar, layanan pengolahan data, dan sistem audio kendaraan, Hers Signal memungkinkan tanda darurat dari pengguna diteruskan ke sistem operasional transportasi.

Uji Coba di Dua Koridor Transjakarta

Pengujian awal Hers Signal dilakukan di dua koridor Transjakarta, yakni Koridor 1 dengan rute Jakarta Kota–Blok M dan Koridor 9 yang melayani rute Pluit–Pinang Ranti.

Pada tahap awal, perangkat ini diprioritaskan bagi teman tuli dan kelompok nonverbal. Langkah tersebut sejalan dengan tujuan pengembangannya, yaitu memperluas akses terhadap bantuan ketika penumpang menghadapi keadaan darurat.

Tech Advisor & Project Lead Hers Signal, Prima Yudha Delano Hernaz, menyampaikan bahwa teknologi perlindungan di ruang publik perlu mengutamakan kemudahan akses sekaligus keandalan teknis.

"Keamanan di ruang publik membutuhkan perangkat pendukung yang tidak hanya mudah diakses dan digunakan, tetapi juga andal secara teknis," jelas Prima dalam keterangan Selasa (3/11/2026).

Prima menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan sistem perlindungan yang dapat digunakan oleh masyarakat secara lebih luas.

"Melalui proyek kolaboratif Hers Signal, kami ingin menghadirkan infrastruktur perlindungan yang nyata dan inklusif bagi seluruh pengguna moda transportasi publik," ujar Prima.

Share