JAKARTA, 30 Oktober 2026 – Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, menghadiri peringatan Hari Santri Jakarta 2026 sekaligus menyambut perjalanan lima abad Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (29/10/2026).
Dalam sambutannya, Kusmanto menyampaikan bahwa momentum menuju 500 tahun Jakarta pada 2027 mendatang bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen bersama dalam pembangunan daerah.
“Saat ini Jakarta tengah bersiap menyongsong lima abad perjalanannya pada tahun 2027. Momentum bersejarah ini hendaknya tidak hanya menjadi perayaan usia semata, melainkan kesempatan emas untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Jakarta yang semakin maju, sejahtera, berbudaya, dan berakhlak mulia,” kata Kusmanto.
Ia juga menjelaskan bahwa Jakarta memiliki visi untuk berkembang menjadi kota modern yang berdaya saing global dengan tetap mempertahankan nilai-nilai religius. Menurutnya, upaya mewujudkan kemajuan kota yang berlandaskan agama, toleransi, dan kepedulian sosial memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama dan santri.
Melalui kegiatan istighosah tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama para ulama dan masyarakat turut memanjatkan doa agar Jakarta senantiasa mendapatkan keberkahan, terhindar dari berbagai bencana, serta menjadi kota yang aman dan kondusif bagi seluruh warganya.
“"Semoga para ulama dan guru kita, senantiasa diberikan kesehatan serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah. Para santri diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, dan seluruh masyarakat Jakarta senantiasa dilindungi serta dilimpahi keselamatan dan kesejahteraan," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Kusmanto turut mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Ia menilai generasi muda perlu memiliki keseimbangan antara iman, ketakwaan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi tantangan zaman.
“Mari kita songsong lima abad Jakarta dengan semangat optimisme, kerja nyata, kebersamaan, dan doa yang tulus demi masa depan kota yang kita cintai ini,” tutup Kusmanto.
Kegiatan puncak istighosah dan doa bersama tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI KH. Said Aqil Siradj, Ketua Himpunan Pengusaha Pesantren Indonesia (Habitren) DPW DKI Jakarta Imam Sofyan Yahya, serta sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya KH. Lukman Hakim Hamid dan KH. Ibnu Mulkan.