JAKARTA, 24 September 2026 - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan tradisi keagamaan, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga mendorong agar generasi muda diberikan kesempatan lebih luas untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Munjirin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Al-Husniyah, Kampung Sumur, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit.
Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 600 jamaah tersebut, Munjirin menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak. Salah satunya dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan Maulid yang dapat dikaitkan dengan tugas maupun aktivitas sekolah.
"Keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan dapat membantu membentuk karakter sekaligus menciptakan lingkungan positif bagi tumbuh kembang generasi muda," kata Munjirin, dikutip darinketerangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Munjirin turut berpesan kepada anak-anak dan generasi muda agar menjauhi aksi tawuran serta tindakan lain yang dapat memberikan dampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan di tengah musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. Warga diminta menghindari kegiatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Peringatan Maulid Nabi yang digelar pada 20 September 2026 tersebut diikuti oleh sejumlah tokoh agama, ulama, masyayikh, ustaz, tokoh masyarakat, sesepuh kampung, warga, serta tamu undangan dari unsur pemerintahan dan lembaga keagamaan.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Habib Hud bin Muhammad Baqir Alatas, Pimpinan Majelis Assalafi; Habib Ridho bin Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fath, Citeureup, Bogor; Dr. KH. Ali Sibromalisi, MA, Ketua BWI DKI Jakarta; Dr. KH. Syaifullah Hasbiyallah; serta KH. Wawan Nurfauzi.
Turut hadir KH. Abdul Karim, SQ, Qari Internasional Bangladesh 2026; KH. Achmad Ridho Amir, S.Ag., M.HI, Ketua Yayasan YPPIA; KH. Nurul Fuad Zen, S.Ag., Ketua I Bidang Ibadah dan PHBI Masjid Jami’ Al-Husniyah; serta KH. Husni Mubarok, MA, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.
Mewakili Ketua Panitia Bilaluddin dan Sekretaris Abdul Syukur, KH. Nurul Fuad mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Baznas (BAZIS) Kota Jakarta Timur kepada Masjid Jami’ Al-Husniyah. Dukungan tersebut di antaranya berupa bantuan dana dan hewan kurban yang telah diberikan pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan aktivitas keagamaan dan memakmurkan masjid secara berkelanjutan.
"Mari kita makmurkan masjid dengan shalat berjamaah, pengajian setiap Ahad malam Senin, serta kegiatan tilawah Al-Qur’an," terangnya.
Menurutnya, keberadaan masjid perlu terus diperkuat sebagai tempat pembinaan keagamaan sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
Sementara itu, Ketua Yayasan YPPIA, KH. Achmad Ridho Amir menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga peringatan Maulid Nabi dapat berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Ia mengatakan, kehadiran dan partisipasi jamaah menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Al-Husniyah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kegiatan di masjid serta mendukung keberadaan lembaga pendidikan dan keagamaan yang ada di lingkungan sekitar.
"Dalam kesempatan ini yayasan juga menyampaikan upaya pengurusan surat wakaf Masjid Jami’ Al-Husniyah dan Madrasah Azzainiyah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat aspek kelembagaan sekaligus menjamin keberlanjutan aset pendidikan dan keagamaan yang dimanfaatkan masyarakat," bebernya.
Dalam tausiah, Ketua BWI DKI Jakarta, Dr. KH. Ali Sibromalisi, MA mengajak masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan mengaji yang telah diwariskan oleh para ulama, terutama di tengah kehidupan masyarakat Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan mengaji tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah, tetapi juga berperan dalam mempertahankan nilai-nilai, akhlak, ilmu pengetahuan, serta keberlangsungan kehidupan keislaman di masyarakat.
"Saya mengajak jamaah menumbuhkan mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah sekaligus jalan untuk memperoleh keberkahan dan keutamaan," ungkapnya.
Ia kemudian menyampaikan kisah mengenai anjing Ashabul Kahfi yang terdapat dalam Al-Qur’an. Kisah tersebut disampaikan sebagai gambaran bahwa berada di lingkungan orang-orang saleh dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kemuliaan.
"Manusia semestinya mampu meraih keselamatan dan kemuliaan melalui amal saleh, ilmu, serta ketaatan kepada Allah," jelasnya.
Ali juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah tercerai-berai seperti daun kering yang mudah terbawa dan terbakar.
"Kita memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan kepedulian sosial agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh berbagai persoalan," pungkasnya.