23 September 2026   |   (Jak Tv)

Wali Kota Jaksel Dorong Pengembangan Urban Farming Berbasis Masyarakat

Share

JAKARTA, 23 September 2026 - Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, memimpin kegiatan panen sayuran dan ikan di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) New Puspita Makmur, RW 09, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru.

Syafrin menyampaikan bahwa kegiatan urban farming yang dikembangkan Poktan New Puspita Makmur telah memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga lebih efisien dan memiliki peluang untuk diterapkan di wilayah lainnya.

"Mereka sangat kompak sekali, para warga dikomandani Pak RW memanfaatkan lahan untuk mengembangkan budi daya ikan dan sayuran," ujarnya, Rabu (23/9).

Salah satu teknologi yang digunakan warga adalah sistem bioflok dalam budi daya ikan. Menurut Syafrin, metode tersebut dapat menghemat penggunaan pakan hingga 40 persen serta dapat diterapkan pada lahan yang terbatas.

"Artinya, ini cukup baik dan bisa dikembangkan karena memang teknologi ini tidak membutuhkan area yang luas dan bisa kita kembangkan di wilayah-wilayah atau lokasi-lokasi lain di Jakarta Selatan," terangnya.

Selain budi daya ikan, warga juga mengembangkan tanaman pangan dengan menggunakan metode hidroponik modern. Sistem tersebut dinilai lebih hemat dalam penggunaan air jika dibandingkan dengan metode hidroponik konvensional.

Syafrin berharap inovasi yang telah diterapkan di Poktan New Puspita Makmur dapat diterapkan oleh kelompok tani lainnya. Menurutnya, pengembangan urban farming berbasis masyarakat tidak hanya berperan dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan perekonomian warga serta mendukung upaya penanganan stunting.

"Semoga gerakan pemberdayaan berbasis lokal semacam ini dapat masif dilakukan dari satu titik ke titik lainnya, sehingga bermuara pada terbentuknya ketahanan ekonomi dan kemandirian pangan yang kokoh di Jakarta Selatan," ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Poktan New Puspita Makmur, Piet Jon Christian, menjelaskan bahwa metode bioflok dipilih karena lokasi kolam budi daya berada di lingkungan permukiman.

"Dari budi daya yang dilakukan, hari ini berhasil dipanen 250 kilogram ikan nila serta 15 kilogram sayuran berupa bayam dan seledri," bebernya.

Piet menjelaskan, ikan hasil panen kemudian diolah sebagian dengan cara dimarinasi, sementara sebagian lainnya dipasarkan dalam kondisi segar.

"Hasil panen juga dimanfaatkan untuk mendukung intervensi stunting melalui pemberian kepada Posyandu," tandasnya.

Share