JAKARTA, 29 Oktober 2026 – Transportasi umum berbasis rel, seperti KRL Commuter Line, MRT, dan LRT, menjadi kelompok moda yang paling banyak dipilih komuter di kawasan Jabodetabek berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada Maret 2026. Sementara itu, TransJakarta mencatat 413,3 juta pelanggan sepanjang 2025, dengan lebih dari 80 persen penggunanya berasal dari kelompok Generasi Z dan milenial.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Transactions on Transport Sciences. Penelitian yang melibatkan 301 responden di Jabodetabek itu bertujuan mengidentifikasi sejumlah faktor yang mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Hasil penelitian menunjukkan, moda transportasi berbasis rel menjadi pilihan terbanyak responden, disusul layanan transportasi berbasis aplikasi, baik roda dua maupun roda empat. Bus menempati urutan berikutnya dalam pilihan moda yang diteliti.
Selain jenis transportasi, penelitian tersebut mengidentifikasi aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur sebagai faktor yang turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Persepsi terhadap kualitas layanan bus juga berkaitan dengan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik maupun layanan transportasi berbasis aplikasi.
Di Jakarta, tren penggunaan transportasi umum juga tercermin dari jumlah pelanggan TransJakarta. Berdasarkan data perusahaan, layanan bus tersebut melayani sekitar 413,3 juta pelanggan sepanjang 2025, dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan pelanggan per hari.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sekitar 371,4 juta pelanggan. Capaian ini menunjukkan peningkatan pemanfaatan layanan TransJakarta oleh masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Dominasi kelompok usia muda juga terlihat dari komposisi pelanggan TransJakarta. Data yang dipublikasikan pada Mei 2026 menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen pengguna layanan tersebut sepanjang 2025 berasal dari Generasi Z dan milenial. Hal ini menunjukkan peran besar kelompok usia produktif dalam penggunaan transportasi publik di Ibu Kota.
Selain TransJakarta, MRT Jakarta juga mengalami pertumbuhan jumlah penumpang. Sepanjang 2025, MRT Jakarta melayani sekitar 45,8 juta penumpang, meningkat 12,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penggunaan sejumlah moda transportasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat integrasi layanan transportasi publik. Konektivitas antarmoda diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya sehingga perjalanan menjadi lebih praktis.
Meski demikian, hasil penelitian mengenai pilihan moda komuter di Jabodetabek belum dapat mewakili preferensi seluruh anak muda di kota-kota besar Indonesia. Survei yang secara khusus mengukur pilihan transportasi berdasarkan kelompok usia dan wilayah masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai moda transportasi yang paling diminati generasi muda.